PRESENTASI
Nama
: Rani Alida Simbolon
Semester
: V (Lima)
Mata
Kuliah : Administrasi Pendidikan
Dosen
: Drs. Abson Kawangung
Sumber
Buku : “Administrasi Pendidikan Kontemporer “, DR. H. Syaiful Sagala , M.Pd
KONSEP
DASAR DAN SISTEM PENDIDIKAN
A. Konsep
Dasar Dan Pemahaman Tujuan Pendidikan
Kata- kata pendidikan, bimbingan,
pengajaran, belajar, pembelajaran, dan pelatihan sebagai istilah-istilah teknis
yang kegiatan-kegiatannya lebur dalam aktivitas pendidikan. Pendidikan sebagi
aktivitas berarti upaya yang secara sadar dirancang untuk membantu seseorang
atau sekelompok orang dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, pandangan hidup,
sikap hidup dan keterampilan hidup baik yang bersifat manual individual dan
sikap hidup dan keterampilan hidup baik yang bersifat manual individual dan
sosial.
Istilah education dalam bahasa
Inggris yang berasal dari bahasa latin “Educere” yang berarti memasukkan
sesuatu. Pendidikan sebagai fenomena adalah peristiwa perjumpaan antara dua
orang atau lebih yang dampaknya ialah berkembangnya suatu pandangan hidup,
sikap hidup, atau keterampilan hidup pada salah satu atau beberapa pihak.
Pada
hakekatnya pendidikan itu mempunayi asas-asas tempat ia tegak dalam materi,
interaksi, inovasi dan cita-cita. Pendidikan menurut pandangan individu adalah
menggarap kekayaan atau potensi yang terdapat pada setiap individu agar berguna
bagi individu itu sendiri dan dapat dipersembahkan kepada masyarakat. Dilihat
dari sudut pandangan masyarakat pendidikan itu sekaligus sebagai pewarisan
kebudayaan dan pengembangan potensi-potensi. Menurut Langgulung (1988: 4)
memasukkan sesuatu itu melalui proses pendidikan dimaksudkan adalah memasukkan
ilmu pengetahuan ke kepala seseorang. Jadi proses memasukkan tampak tig hal
yang terlibat yaitu :
1. Ilmu
pengetahuan itu sendiri;
2. Proses
memassukkan ilmu pengetahuan;
3. Kepala
atau diri seseorang. Karena itu pendidikan itu mempunyai asas-asas sebagai
tempat ia tegak dalam materi, interaksi, inovasi dan cita-citanya.
Disamping
itu Syaiful Sagala menerangkan bahwa untuk mengetahui dan mendalami asas-asas
pendidikan ini bukanlah hanya tugas pemikir dan ahli-ahli saja, tetapi juga
para praktisioner seperti guru, konselor, supervisor, kepala sekolah dan
pejabat kantor urusan pendidikan pada tingkat pemerintah pusat yaitu Departemen
Pendidikan Nasional, pemerintah Provinsi yaitu dinas Dinas Pendidikan Provinsi,
dan pemerintah Kabupaten/kota. Paradigma
baru urusan pendidikan pada era reformasi atau pasca orde Baru yaitu dalam
sisitem desentralisasi pemerintahan mempunyai kekhasan sendiri memberdayakan
sekolah. Para profesional akan berhasil menelaah spesialisasinya yang
memerlukan asas-asas untuk mempermahir profesi, menambah pengetahuan,
memperkaya pengalaman dan mengembangkan keterampilan.
Berkenaan dengan asas-asas yang
dimaksudkan menurut langgulung (1988:6) asas pendidikan yang diuraikan dengan
enam asas yaitu :
1. Asas
historis dengan mempersiapkan pendidik melalui hasil pengalaman masa lalu,
dengan undang-undang dan berbagai peraturannya, batas-batas dan kekurangan
–kekurangannya.
2. Asas-asas
sosial yang memberinya kerangkan Budaya darimana pendidikan itu bertolak dan
bergerak, memindah Budaya memilih dan mengembangkannya.
3. Asas-asas
ekonomi yang memberinya persfektif tentang potensi-potensi manusia dan
keuangan, materi dan persiapan yang mengatur sumber-sumbernya dan
bertanggungjawab terhadap anggaran belanjanya,
4. Asas-asas
politik dan administrasi yang memberinya bingkai ideologi darimana ia bertolak
untuk mencapai tujuan yang dicita-citakan dan rencana yang telah dibuat.
5. Asas-asas
psikologis yang memberinya informasi tentang watak pelajar-pelajar, guru-guru,
cara-cara terbaik dalam praktek pencapaian, penilaian, pengukuran dan bimbingan
dan
6. Asas-asas
filsafat yaitu berusaha memberi kemampuan memilih yang lebih baik, memberi arah
suatu sistem, mengontrolnya, dan memberi arah kepada asas-asas yang lain.
Selanjutnya dituliskan bahwa
interaksi asas-asas ini dalam prosese pembelajaran menghendaki beberapa
keterangan yaitu ; 1) setiap asas itu bukanlah suatu Ilmu atau mata pelajaran
tetapi sejumlah ilmu dan cabang-cabangnya, 2) asas-asas itu memberi pendidikan
ituu sebagai siste-sisitem organisasi-organisasi, inovasi,dan pembaharuan ;3)
asas-asas ini mempunyai sukar memainkan peranannyatanpa filsafat yang
mengarahkan gerak dan mengatur langkahnya karena filsafat yang bertugas dan
meneliti, memilih dan menguji pendidikan yang umum dapat diterima oleh
masyarakat luas. Kompleksitas urusan pedidikan pada tingkat sataun pendidikan
dan pada tingkat birokrasi pada pemerinta pusatdan daerah sebgai pihak yang
memberi pelayanan satuan pendidikan menjadi bagian dari kajian ilmu
administrasi. Sedangkan aspek penyampaian materi, kurikulum, bahan ajar,
perencanaan pengajaran, kegiatan belajar dan mengajar, pendekatan pembelajaran,
evaluasi kemajuan hasil belajar, dan yang berkaitan dengan pembelajaran adalah
menjadi bagian dari ilmu pendidikan sebagai
terapan dari psikologi, sosiologi, antropologi, ilmu komunikasi dan
filsafat.
1. KONSEP
DASAR PENDIDIKAN
Semakin
baik pendidikan suatu bangsa, semakin abik pula kualitas bangsa itu, asumsi
ini merupakan program pendidikan suatu bangsa. Secara faktual pendidikan
menggambarkan aktivitas sekelompok orang seperti guru dan tenaga pendidikan
lainnya melaksanakan pendidikan untuk orang-orang muda bekerjasama dengan
orang-orang yang berkepantingan.
Kemudian secara persfektif yaitu memberi petunjuk bahwa pendidikan
adalah muataun,arahan, pilihan yang ditetapkan sebagai wahana pengembangan masa
depan anak didik yang tidak terlepas dari keharusan kontrol manusia sebagai
pendidik.
Menurut pandangan Piaget (1896)
pendidikan didefenisikan sebagai penghubung dua sisi, disatu sisi individu yang
sedang tumbuh berkembang, dan disisi lain nilai sosial, intelektual dan moral
yang menjdai tanggung jawab pendidik untuk mendorongt individu tersebut. Sedangkan
pernyataan filosofis pendidikan harus diangkat ke level konsep yang lebih tinggi, sehingga terlepas
dari pengertian yang hanya melihat sebagai pendidikan sebagai kegiatan belajar
mengajar di kelas saja dan suatu usaha membantu orang lain menjadi manusia
terdidik, dan nilai ini muncul sebagai fenomena sosial. Menurut saya sebagai pemberi laporan bacaan adalah setuju bahwa pendidikan itu
sesungguhnya bersifat luas tidak dibatasi dengan institusi atau lembaga,
sekolah (formal) dan informal akan tetapi pendidikan juga merupakan segala
sesuatu yang kita lakukan yang memberi pelajaran atau hal baru di lain pihak
pendidikan itu merupakan seni.
Teori pendidikan menurut D.J.O’
Cornor hanyalah sebagai penghargaan rasa hormat saja. Lebih lanjut O’Cornor
mengatakan bahwa teori pendidikan tidak memiliki keterkaitan logis sebagai
suatu rangkaian hipotesis dan gagal membentuk suatu paradigma sebagai sutau
teori Ilmiah. Saya sebagai pembaca
Tidak Setuju dengan pernyataan Cornor karena menurut saya bahwa segala
usaha yang dilakukan baik itu terjadi kegagalan atau dengan hipotesa yang tidak
akurat sekalipun merupakan teori pendidikan namun teori ini akan diletakkan
dimana dan bagaimana kita memahami hipotesa yang gagal tersebut, lebih lanjut
lagi bahwa dari kegagalan yang kita alami akan benyak memberikan sejuta sumber
ilmu.
Konsep pendidikan adalah usaha sadar
yang dilakukan oleh orang dewasa kepada orang yang belum dewasa melalui
pengajaran, bimbingan, dan latihan bagi perananya dimasa yang akan datang.
Sedangkan Kriterianya adalah ukuran yang menjadi dasar penilaiaan atau
penetapan sesuatu Equity, equality, adequancy, dan feasibility. Indikator
maupun variable yang mempengaruhi pendidikan adalah politik, ekonomi, budaya ,
masyarakat atau keluarga, geografis dan kependudukan serta produktivitas
pendidikan. Dari defenisi ini saya sebagai pembaca memahami bahwa pendidikan mengandung pengertian yang
lebih luas dari pengajaran, karena sasaran pendidikan tidak hanya mencakup
pengembangan intelektualitas saja akan tetapi lebih ditekankan pada proses
pembinaan kepribadian anak didik.
Pada dasarnya “mengajar” adalah membantu/ mencoba membantu seseorang untuk
mempelajari sesuatu dan apa yang dibutuhkan dalam belajar itu tidak ada
kontribusinya terhadap pendidikan orang yang belajar. Dalam proses belajar
diamana guru sebagai kelompok profesi pengajaran dalam pendidikan. Aspek
administrasi dan ilmu pendidikan menjadi bagian yang terintegrasi dalam
pengelolaan pendidikan secara institusional maupun secara substansi dalam
bentuk aktivitas pembelajaran.
2. PEMAHAMAN
AKAN TUJUAN PENDIDIKAN
Dalam presfektif organisasi tujuan
adalah adanya kesepakatan umum mengenai misi dan merupakan sumber legitimasi
yang membenarkan setiap kegiatan organisasai, serta eksistensi organisasi itu
sendiri. Selain itu tujuan sebagai
patokan yang dapat digunakan anggota organisasi maupun kalangan luar untuk
menilai keberhasilan organisasi, misalnya mengenai efektivitas maupun
efesiensi. Dalam persfektif ini tampak bahwa tujuan adalah sasaran akhir yang
ingin dicapai atau hasil akhir yang menjadi arah suatu kegiatan manajemen dalam
suatu sistem administrasi.
Tujuan dan target pendidikan yang
dirumuskan tersebut seyogiyanya menjadi guideline atau direction bagi pemimpin
pendidikan baik para birokrat yang berada pada pemerintahan maupun pemimpin
pendidkan pada satuan pendidikan. Menurut saya dari penjelasan
yang cukup banyak diatas bahwa tujuan merupakan komponen utama yang terlebih
dahulu harus dirumuskan, peranan tujuan sangat penting sebab menentukan arah proses
pendidikan, tujuan yang jelas pula terhadap pemilihan program pendidikan,
menetapkan strategi dan sumber daya yang diperlukan.
Sedangkan tujuan pendidikan nasional
adalah mengandung makna terwujudnya kemampuan bangsa menangkal setiap ajaran,
paham, atau ideologi yang bertentangan dengan pencasila. Artinya program dan
proses pendidikan itu pada semua tingkatan dan jenis pendidikan di arahkan
untuk mencapai tujuan pendidikan nasional tersebut. Kemampuan melakukan
pendekatan secara holistic akan tujuan pendidikan adalah upaya guru dan
pemimpin pendidikan mengendalikan manejerial pendidikan. Pandangan ini memberi
penjelasan bahwa pendidikan harus berlaku universal dan diarahkan untuk
menyadarkan manusia bahawa diri mereka sedang melaksanakan tugas mulia yaitu
menyampaikan ilmu pengetahuan dengan cara-cara yang edukatif dan mencapai
tujuan yang terukur dan perolehan hasil belajar yang bermutu.
B. SISTEM
DAN PROSES PENDIDIKAN
1. Sistem
Pendidikan
Istilah sistem menurut Shorode dan
Voich (1974:115) berasal dari bahasa Yunani yakni “systema”, sedang systema
mempunyai arti à suatu keseluruhan yang terdiri dari
sejumlah bagian-bagian. Namun defenisi system itupun sudah berkembang
tergantung bagaimana seseorang mendefinisikan dan menggunakannya. Menurut Roos (1982:9) sistem adalah seperangkat unsur
yang melakukan sesuatu kegiatan atau membuat skema dalam rangka mencapai tujuan
dengan mengolah data atau energi dan atau barang dalam jangka waktu yang tertentu
guna menghasilkan informasi, energi dan hal benda.
Jika pendidikan dipandang sebagai
sistem , maka apakah yang dimaksud dengan sistem itu. Secara sederhana dapat
dikatakan bahwa sistem pendidikana adalah suatu keseluruhan yang terbentuk dari
bagian –bagian yang mempunyai hubungan fungsional dalam mengubah masukan
menjadi hasil yang diharapkan.sedangkan pendekatan sisitem adalah cara-cara
berfikir dan bekerja yang menggunakan konsep-konsep teori sistem yang relavan
dalam memecahkan masalah. Sistem pendidikan nasional adalah satu keseluruhan
komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan
pendidikan nasional. Sistem itu dirancang, dilaksanakan ,dikendalikan oleh
manusia dengan hasil yanh diatur oleh manusia. Menurut buku yang saya baca bahwa sistem pendidikan itu
dapat berubah-ubah dan berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan tempat ataupun
orang yang menjadi sasaran dari sistem itu. Ada sistem terbuka yaitu yang
mengambil energi/ masukan dari lingkungan; mentransformasikan energi yang tersedia;
memberikan hasil kepada lingkungan dan lain sebagainya. Saya sebagai pembaca dapat memberikan kesimpulan tentang sistem terbuka ini merupakan sistem yang
menggambarkan struktur bagian-bagiannya terus menyesuaikan diri dengan masukan
dari lingkungan yang terus menerus, berubah-ubah dalam usaha dapat mencapai
kapasitas optimalnya.
Hal yang mempengaruhi input-output
pendidikan tersebut adalah sistem sosial budaya, ekonomi, hukum, politik dan
sebagainya baik yang berkaitan dengan masukan dan hasil pendidikan untuk
mencapai tujuan pendidikan nasional. Oleh karena itu masukan pendidikan di
proses dalam suatu sistem pendidikan terikat pada suatu sistem lingkungan,
karenanya dalam manajemen pemerintahan Indonesia sistem pendidikan itu harus
mengandung nilai lingkungan sebagai karakteristik Budaya Indonesia. Dengan
demikian bentuk masukan dalam pendidikan dapat berupa informasi atau keterangan
mengenai pendidikan(pengetahuan, nilai-nilai dan cita-cita), tenaga (penduduk
dan tenaga kerja),barang (sarana pendidikan dan perlengkapan), hal-hal yang
terdapat dalam lingkungan tidak semuanya dan dengan sendirinya dapat menjadi
masukan pendidikan. Sistem persekolahan atau pendidikan formal mempunyai aturan
permainan yang lebih tersurat dan lengkap dibanding dengan sistem pendidikan
keluarga ataupun sistem pendidikan masyarakat. Bagian-bagian yang mempunyai
fungsi tertentu dalam mencapai tujuan sistem pendidikan disebut komponen sistem
pendidikan. Sedangkan fungsi-fungsi yang bekerja dalam pencapaian tujuan
pendidikan disebut proses pendidikan. Kesemuanya ini menggambarkan kegiatan dua
orang atau lebih dalam mencapai tujuan atau yang disebut dengan kinerja
administrasi dalam pendidikan.
Hal-hal
baru dari materi(pembahasan) Konsep Dasar dan Sistem Pendidikan :
Dengan membaca buku ini saya
mendapatkan hal baru bahwa sesungguhnya kesuksesan sebuah pendidikan secara
khusus di lembaga sekolah ditentukan oleh seorang Guru, sebagai Mahasiswi
Konsentrasi PAK (Pendidikan Agama Kristen) yang artinya akan terjun kelembaga
sekolah untuk mengajar dan berkecimpun disana yang perlu diperhatikan oleh
seorang Guru adalah memahami terlebih dahulu Konsep Pendidikan tersebut serta
sistem-sistem dalam pendidikan sehingga akan mempengaruhi kualitas pendidikan,
profesionalisasi oleh seorang Guru dan tenaga pendidikan, peran Administrator
satuan Pendidikan serta komponen-komponen lain yang bersangkutan yang
terpenting adalah sasaran atau Visi dan Misi kita.
Selain itu saya semakin memahami
tentang kualifikasi-kualifikasi seorang pendidik bahwa harus mampu memahami
pendidikan itu sendiri yang bersifat luas dan bagaimana sistem-sistem yang
digunakan sesuai dengan kebutuhan lingkungan, masyarakat serta harus
disesuaikan dengan situasi dan kondisi dan yang paling utama bahwa semuanya itu
dikendalikan oleh pemerintah yang berwajib yaitu pemimpin yang memanejerial pendidikan dengan
di ikuti tujuan yang jelas dan terarah.
Perencanaan-perencanaan
yang akan dilakukan kedepan setelah membaca buku :
Kelebihan
dan Kelemahan Buku :
Buku
ini sangat bagus untuk dibaca dan dipelajari karena memang buku ini sangat
gamblang menjelaskan tentang pendidikan secara khusus. Akan tetapi sebagai
pembaca harus mampu mengkritisi buku ini jangan terlalu di terima mentah-mentah
karena ada beberapa asumsi dari para ahli yang dimuat di buku yang tidak dapat
diterima .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar