Kamis, 26 September 2013

Adminitrasi Pendidikan

PRESENTASI
Nama               : Rani Alida Simbolon
Semester          : V (Lima)
Mata Kuliah    : Administrasi Pendidikan
Dosen              : Drs. Abson Kawangung
Sumber Buku : “Administrasi Pendidikan Kontemporer “, DR. H. Syaiful Sagala , M.Pd


KONSEP DASAR DAN SISTEM PENDIDIKAN
A.    Konsep Dasar Dan Pemahaman Tujuan Pendidikan
            Kata- kata pendidikan, bimbingan, pengajaran, belajar, pembelajaran, dan pelatihan sebagai istilah-istilah teknis yang kegiatan-kegiatannya lebur dalam aktivitas pendidikan. Pendidikan sebagi aktivitas berarti upaya yang secara sadar dirancang untuk membantu seseorang atau sekelompok orang dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, pandangan hidup, sikap hidup dan keterampilan hidup baik yang bersifat manual individual dan sikap hidup dan keterampilan hidup baik yang bersifat manual individual dan sosial.
            Istilah education dalam bahasa Inggris yang berasal dari bahasa latin “Educere” yang berarti memasukkan sesuatu. Pendidikan sebagai fenomena adalah peristiwa perjumpaan antara dua orang atau lebih yang dampaknya ialah berkembangnya suatu pandangan hidup, sikap hidup, atau keterampilan hidup pada salah satu atau beberapa pihak.
            Pada hakekatnya pendidikan itu mempunayi asas-asas tempat ia tegak dalam materi, interaksi, inovasi dan cita-cita. Pendidikan menurut pandangan individu adalah menggarap kekayaan atau potensi yang terdapat pada setiap individu agar berguna bagi individu itu sendiri dan dapat dipersembahkan kepada masyarakat. Dilihat dari sudut pandangan masyarakat pendidikan itu sekaligus sebagai pewarisan kebudayaan dan pengembangan potensi-potensi. Menurut Langgulung (1988: 4) memasukkan sesuatu itu melalui proses pendidikan dimaksudkan adalah memasukkan ilmu pengetahuan ke kepala seseorang. Jadi proses memasukkan tampak tig hal yang terlibat yaitu :

1.      Ilmu pengetahuan itu sendiri;
2.      Proses memassukkan ilmu pengetahuan;
3.      Kepala atau diri seseorang. Karena itu pendidikan itu mempunyai asas-asas sebagai tempat ia tegak dalam materi, interaksi, inovasi dan cita-citanya.
Disamping itu Syaiful Sagala menerangkan bahwa untuk mengetahui dan mendalami asas-asas pendidikan ini bukanlah hanya tugas pemikir dan ahli-ahli saja, tetapi juga para praktisioner seperti guru, konselor, supervisor, kepala sekolah dan pejabat kantor urusan pendidikan pada tingkat pemerintah pusat yaitu Departemen Pendidikan Nasional, pemerintah Provinsi yaitu dinas Dinas Pendidikan Provinsi, dan pemerintah Kabupaten/kota.  Paradigma baru urusan pendidikan pada era reformasi atau pasca orde Baru yaitu dalam sisitem desentralisasi pemerintahan mempunyai kekhasan sendiri memberdayakan sekolah. Para profesional akan berhasil menelaah spesialisasinya yang memerlukan asas-asas untuk mempermahir profesi, menambah pengetahuan, memperkaya pengalaman dan mengembangkan keterampilan.
            Berkenaan dengan asas-asas yang dimaksudkan menurut langgulung (1988:6) asas pendidikan yang diuraikan dengan enam asas yaitu :
1.      Asas historis dengan mempersiapkan pendidik melalui hasil pengalaman masa lalu, dengan undang-undang dan berbagai peraturannya, batas-batas dan kekurangan –kekurangannya.
2.      Asas-asas sosial yang memberinya kerangkan Budaya darimana pendidikan itu bertolak dan bergerak, memindah Budaya memilih dan mengembangkannya.
3.      Asas-asas ekonomi yang memberinya persfektif tentang potensi-potensi manusia dan keuangan, materi dan persiapan yang mengatur sumber-sumbernya dan bertanggungjawab terhadap anggaran belanjanya,
4.      Asas-asas politik dan administrasi yang memberinya bingkai ideologi darimana ia bertolak untuk mencapai tujuan yang dicita-citakan dan rencana yang telah dibuat.
5.      Asas-asas psikologis yang memberinya informasi tentang watak pelajar-pelajar, guru-guru, cara-cara terbaik dalam praktek pencapaian, penilaian, pengukuran dan bimbingan dan
6.      Asas-asas filsafat yaitu berusaha memberi kemampuan memilih yang lebih baik, memberi arah suatu sistem, mengontrolnya, dan memberi arah kepada asas-asas yang lain.
            Selanjutnya dituliskan bahwa interaksi asas-asas ini dalam prosese pembelajaran menghendaki beberapa keterangan yaitu ; 1) setiap asas itu bukanlah suatu Ilmu atau mata pelajaran tetapi sejumlah ilmu dan cabang-cabangnya, 2) asas-asas itu memberi pendidikan ituu sebagai siste-sisitem organisasi-organisasi, inovasi,dan pembaharuan ;3) asas-asas ini mempunyai sukar memainkan peranannyatanpa filsafat yang mengarahkan gerak dan mengatur langkahnya karena filsafat yang bertugas dan meneliti, memilih dan menguji pendidikan yang umum dapat diterima oleh masyarakat luas. Kompleksitas urusan pedidikan pada tingkat sataun pendidikan dan pada tingkat birokrasi pada pemerinta pusatdan daerah sebgai pihak yang memberi pelayanan satuan pendidikan menjadi bagian dari kajian ilmu administrasi. Sedangkan aspek penyampaian materi, kurikulum, bahan ajar, perencanaan pengajaran, kegiatan belajar dan mengajar, pendekatan pembelajaran, evaluasi kemajuan hasil belajar, dan yang berkaitan dengan pembelajaran adalah menjadi bagian dari ilmu pendidikan sebagai  terapan dari psikologi, sosiologi, antropologi, ilmu komunikasi dan filsafat.

1.      KONSEP DASAR PENDIDIKAN
            Semakin baik pendidikan suatu bangsa, semakin abik pula kualitas bangsa itu, asumsi ini merupakan program pendidikan suatu bangsa. Secara faktual pendidikan menggambarkan aktivitas sekelompok orang seperti guru dan tenaga pendidikan lainnya melaksanakan pendidikan untuk orang-orang muda bekerjasama dengan orang-orang yang berkepantingan.  Kemudian secara persfektif yaitu memberi petunjuk bahwa pendidikan adalah muataun,arahan, pilihan yang ditetapkan sebagai wahana pengembangan masa depan anak didik yang tidak terlepas dari keharusan kontrol manusia sebagai pendidik.
            Menurut pandangan Piaget (1896) pendidikan didefenisikan sebagai penghubung dua sisi, disatu sisi individu yang sedang tumbuh berkembang, dan disisi lain nilai sosial, intelektual dan moral yang menjdai tanggung jawab pendidik untuk mendorongt individu tersebut. Sedangkan pernyataan filosofis pendidikan harus diangkat ke level  konsep yang lebih tinggi, sehingga terlepas dari pengertian yang hanya melihat sebagai pendidikan sebagai kegiatan belajar mengajar di kelas saja dan suatu usaha membantu orang lain menjadi manusia terdidik, dan nilai ini muncul sebagai fenomena sosial.  Menurut saya sebagai pemberi laporan bacaan adalah setuju bahwa pendidikan itu sesungguhnya bersifat luas tidak dibatasi dengan institusi atau lembaga, sekolah (formal) dan informal akan tetapi pendidikan juga merupakan segala sesuatu yang kita lakukan yang memberi pelajaran atau hal baru di lain pihak pendidikan itu merupakan seni.
            Teori pendidikan menurut D.J.O’ Cornor hanyalah sebagai penghargaan rasa hormat saja. Lebih lanjut O’Cornor mengatakan bahwa teori pendidikan tidak memiliki keterkaitan logis sebagai suatu rangkaian hipotesis dan gagal membentuk suatu paradigma sebagai sutau teori Ilmiah. Saya sebagai pembaca Tidak Setuju dengan pernyataan Cornor karena menurut saya bahwa segala usaha yang dilakukan baik itu terjadi kegagalan atau dengan hipotesa yang tidak akurat sekalipun merupakan teori pendidikan namun teori ini akan diletakkan dimana dan bagaimana kita memahami hipotesa yang gagal tersebut, lebih lanjut lagi bahwa dari kegagalan yang kita alami akan benyak memberikan sejuta sumber ilmu.
            Konsep pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan oleh orang dewasa kepada orang yang belum dewasa melalui pengajaran, bimbingan, dan latihan bagi perananya dimasa yang akan datang. Sedangkan Kriterianya adalah ukuran yang menjadi dasar penilaiaan atau penetapan sesuatu Equity, equality, adequancy, dan feasibility. Indikator maupun variable yang mempengaruhi pendidikan adalah politik, ekonomi, budaya , masyarakat atau keluarga, geografis dan kependudukan serta produktivitas pendidikan.  Dari defenisi ini saya sebagai pembaca memahami bahwa pendidikan mengandung pengertian yang lebih luas dari pengajaran, karena sasaran pendidikan tidak hanya mencakup pengembangan intelektualitas saja akan tetapi lebih ditekankan pada proses pembinaan kepribadian anak didik.
            Pada dasarnya “mengajar” adalah membantu/ mencoba membantu seseorang untuk mempelajari sesuatu dan apa yang dibutuhkan dalam belajar itu tidak ada kontribusinya terhadap pendidikan orang yang belajar. Dalam proses belajar diamana guru sebagai kelompok profesi pengajaran dalam pendidikan. Aspek administrasi dan ilmu pendidikan menjadi bagian yang terintegrasi dalam pengelolaan pendidikan secara institusional maupun secara substansi dalam bentuk aktivitas pembelajaran.


2.      PEMAHAMAN AKAN TUJUAN PENDIDIKAN
            Dalam presfektif organisasi tujuan adalah adanya kesepakatan umum mengenai misi dan merupakan sumber legitimasi yang membenarkan setiap kegiatan organisasai, serta eksistensi organisasi itu sendiri.  Selain itu tujuan sebagai patokan yang dapat digunakan anggota organisasi maupun kalangan luar untuk menilai keberhasilan organisasi, misalnya mengenai efektivitas maupun efesiensi. Dalam persfektif ini tampak bahwa tujuan adalah sasaran akhir yang ingin dicapai atau hasil akhir yang menjadi arah suatu kegiatan manajemen dalam suatu sistem administrasi.
            Tujuan dan target pendidikan yang dirumuskan tersebut seyogiyanya menjadi guideline atau direction bagi pemimpin pendidikan baik para birokrat yang berada pada pemerintahan maupun pemimpin pendidkan pada satuan pendidikan. Menurut saya dari penjelasan yang cukup banyak diatas bahwa tujuan merupakan komponen utama yang terlebih dahulu harus dirumuskan, peranan tujuan sangat penting sebab menentukan arah proses pendidikan, tujuan yang jelas pula terhadap pemilihan program pendidikan, menetapkan strategi dan sumber daya yang diperlukan.
            Sedangkan tujuan pendidikan nasional adalah mengandung makna terwujudnya kemampuan bangsa menangkal setiap ajaran, paham, atau ideologi yang bertentangan dengan pencasila. Artinya program dan proses pendidikan itu pada semua tingkatan dan jenis pendidikan di arahkan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional tersebut. Kemampuan melakukan pendekatan secara holistic akan tujuan pendidikan adalah upaya guru dan pemimpin pendidikan mengendalikan manejerial pendidikan. Pandangan ini memberi penjelasan bahwa pendidikan harus berlaku universal dan diarahkan untuk menyadarkan manusia bahawa diri mereka sedang melaksanakan tugas mulia yaitu menyampaikan ilmu pengetahuan dengan cara-cara yang edukatif dan mencapai tujuan yang terukur dan perolehan hasil belajar yang bermutu.
B.     SISTEM DAN PROSES PENDIDIKAN
1.      Sistem Pendidikan
            Istilah sistem menurut Shorode dan Voich (1974:115) berasal dari bahasa Yunani yakni “systema”, sedang systema mempunyai arti à suatu keseluruhan yang terdiri dari sejumlah bagian-bagian. Namun defenisi system itupun sudah berkembang tergantung bagaimana seseorang mendefinisikan dan menggunakannya. Menurut  Roos (1982:9) sistem adalah seperangkat unsur yang melakukan sesuatu kegiatan atau membuat skema dalam rangka mencapai tujuan dengan mengolah data atau energi dan atau barang dalam jangka waktu yang tertentu guna menghasilkan informasi, energi dan hal benda.
            Jika pendidikan dipandang sebagai sistem , maka apakah yang dimaksud dengan sistem itu. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa sistem pendidikana adalah suatu keseluruhan yang terbentuk dari bagian –bagian yang mempunyai hubungan fungsional dalam mengubah masukan menjadi hasil yang diharapkan.sedangkan pendekatan sisitem adalah cara-cara berfikir dan bekerja yang menggunakan konsep-konsep teori sistem yang relavan dalam memecahkan masalah. Sistem pendidikan nasional adalah satu keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Sistem itu dirancang, dilaksanakan ,dikendalikan oleh manusia dengan hasil yanh diatur oleh manusia. Menurut buku yang saya baca bahwa sistem pendidikan itu dapat berubah-ubah dan berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan tempat ataupun orang yang menjadi sasaran dari sistem itu. Ada sistem terbuka yaitu yang mengambil energi/ masukan dari lingkungan; mentransformasikan energi yang tersedia; memberikan hasil kepada lingkungan dan lain sebagainya. Saya sebagai pembaca dapat memberikan kesimpulan tentang sistem terbuka ini merupakan sistem yang menggambarkan struktur bagian-bagiannya terus menyesuaikan diri dengan masukan dari lingkungan yang terus menerus, berubah-ubah dalam usaha dapat mencapai kapasitas optimalnya.
            Hal yang mempengaruhi input-output pendidikan tersebut adalah sistem sosial budaya, ekonomi, hukum, politik dan sebagainya baik yang berkaitan dengan masukan dan hasil pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Oleh karena itu masukan pendidikan di proses dalam suatu sistem pendidikan terikat pada suatu sistem lingkungan, karenanya dalam manajemen pemerintahan Indonesia sistem pendidikan itu harus mengandung nilai lingkungan sebagai karakteristik Budaya Indonesia. Dengan demikian bentuk masukan dalam pendidikan dapat berupa informasi atau keterangan mengenai pendidikan(pengetahuan, nilai-nilai dan cita-cita), tenaga (penduduk dan tenaga kerja),barang (sarana pendidikan dan perlengkapan), hal-hal yang terdapat dalam lingkungan tidak semuanya dan dengan sendirinya dapat menjadi masukan pendidikan. Sistem persekolahan atau pendidikan formal mempunyai aturan permainan yang lebih tersurat dan lengkap dibanding dengan sistem pendidikan keluarga ataupun sistem pendidikan masyarakat. Bagian-bagian yang mempunyai fungsi tertentu dalam mencapai tujuan sistem pendidikan disebut komponen sistem pendidikan. Sedangkan fungsi-fungsi yang bekerja dalam pencapaian tujuan pendidikan disebut proses pendidikan. Kesemuanya ini menggambarkan kegiatan dua orang atau lebih dalam mencapai tujuan atau yang disebut dengan kinerja administrasi dalam pendidikan.
Hal-hal baru dari materi(pembahasan) Konsep Dasar dan Sistem Pendidikan :
            Dengan membaca buku ini saya mendapatkan hal baru bahwa sesungguhnya kesuksesan sebuah pendidikan secara khusus di lembaga sekolah ditentukan oleh seorang Guru, sebagai Mahasiswi Konsentrasi PAK (Pendidikan Agama Kristen) yang artinya akan terjun kelembaga sekolah untuk mengajar dan berkecimpun disana yang perlu diperhatikan oleh seorang Guru adalah memahami terlebih dahulu Konsep Pendidikan tersebut serta sistem-sistem dalam pendidikan sehingga akan mempengaruhi kualitas pendidikan, profesionalisasi oleh seorang Guru dan tenaga pendidikan, peran Administrator satuan Pendidikan serta komponen-komponen lain yang bersangkutan yang terpenting adalah sasaran atau Visi dan Misi kita.
            Selain itu saya semakin memahami tentang kualifikasi-kualifikasi seorang pendidik bahwa harus mampu memahami pendidikan itu sendiri yang bersifat luas dan bagaimana sistem-sistem yang digunakan sesuai dengan kebutuhan lingkungan, masyarakat serta harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi dan yang paling utama bahwa semuanya itu dikendalikan oleh pemerintah yang berwajib yaitu  pemimpin yang memanejerial pendidikan dengan di ikuti tujuan yang jelas dan terarah.
Perencanaan-perencanaan yang akan dilakukan kedepan setelah membaca buku :
            Sebagai Mahasiswi yang notabennya STT (sekolah Tinggi Theologi) serta konsentrasi        PAK(Pendidikan Agama Kristen) akan mempersiapkan diri terlebih dahulu baik itu    dalam aspek Kognitif, Afektif dan Psikomotorik serta harus mampu merencanakan       apa yang harus dilakukan , pelaksanaan serta sistem-sistem pendidikan itu harus    dikuasai terlebih dahulu.
Kelebihan dan Kelemahan Buku :
Buku ini sangat bagus untuk dibaca dan dipelajari karena memang buku ini sangat gamblang menjelaskan tentang pendidikan secara khusus. Akan tetapi sebagai pembaca harus mampu mengkritisi buku ini jangan terlalu di terima mentah-mentah karena ada beberapa asumsi dari para ahli yang dimuat di buku yang tidak dapat diterima .


Tidak ada komentar:

Posting Komentar